“Aku tidak tahu apakah cuma aku yang merasakan ini.

Tapi sampai hari ini, ada sesuatu yang terasa sangat magis setiap kali mendengarkan sebuah lagu.”

Sudah sering aku mengalaminya.

Tapi baru belakangan ini aku benar-benar berhenti untuk memikirkannya.

“Sebenarnya, apa yang sedang terjadi setiap kali sebuah lagu tiba-tiba terdengar?”

Awalnya kupikir yang kembali adalah kenangan.

Tapi setiap kali kuperhatikan lagi, rasanya bukan itu.

Karena yang pertama kali muncul bukan potongan kejadian.

Bukan wajah seseorang.

Bukan percakapan yang pernah terjadi.

Melainkan sebuah rasa.

Rasa yang sulit kujelaskan.

Dan baru setelah beberapa saat, otakku seperti mulai menyusun kepingan-kepingannya.

“Oh… ternyata ini rasa dari fase hidup itu.”

***

Beberapa waktu lalu, saat sedang menyetir pulang kantor, lagu terputar secara acak dari music platform yang tersambung melalui Bluetooth.

♪ Best Friend dari Rex Orange County

Baru beberapa detik lagu itu terdengar, aku seperti kembali menjadi diriku di sebuah fase hidup yang berbeda.

Perutku tiba-tiba terasa geli. Tanpa sadar, aku tersenyum sendiri.

Saat itu aku belum mengingat apa pun.

Aku hanya merasakan sesuatu yang terasa begitu akrab.

Lalu perlahan, potongan-potongan kecil mulai muncul.

Aku seperti kembali menjadi diriku pada masa itu.

Saat dimana aku sedang dekat dengan seseorang.

Tapi selebihnya, samar.

Kalau diminta menceritakan semuanya sekarang, mungkin aku juga sudah tidak bisa.

Baru di situlah aku sadar.

Ada sesuatu yang terasa berbeda setiap kali lagu itu terdengar.

Tapi saat itu aku belum benar-benar mengerti apa.

Kalau kuingat lagi, sebenarnya Rex Orange County bukan awal dari semuanya.

Justru setelah kejadian itulah aku teringat bahwa aku pernah mengalami hal yang sama sebelumnya.

Dan sepertinya, di situlah semuanya bermula.

***

Saat itu radio di mobil memutar lagu ♪ Tega dari Glenn Fredly.

Padahal sebelumnya aku sedang memikirkan hal lain.

Tidak ada niat untuk mengenang apa pun.

Tapi baru beberapa detik lagu itu diputar, aku seperti kembali menjadi diriku saat SMA.

Saat patah hati terasa seperti akhir dari segalanya.

Dan sampai hari ini, setiap lagu itu diputar, aku masih bisa merasakan bagaimana rasanya duduk di angkutan umum sepulang sekolah.

Duduk di bangku dekat jendela, membiarkan angin masuk sambil lagu itu terus berputar di headset.

Waktu itu rasanya dramatis sekali.

Seperti adegan di film-film.

Hahaha.

Lucu juga kalau mengingatnya sekarang.

Yang lebih lucu lagi, aku bahkan sudah lupa apa yang sebenarnya membuatku patah hati saat itu.

Tapi entah kenapa, rasanya masih terasa sama.

Yang masih tersisa justru cara aku menjalani hari-hari di masa itu.

Cara aku memandang hidup.

Cara aku merasakan semuanya.

Setelah itu aku mulai sadar.

Ternyata bukan hanya Glenn.

Bukan juga hanya Rex.

Setiap kali lagu-lagu tertentu terdengar, aku selalu mengalami hal yang mirip.

Seolah-olah lagu-lagu itu bisa membawaku kembali ke sebuah fase kehidupan yang berbeda.

Dan justru karena mulai terjadi berulang kali, aku semakin penasaran.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi?

Kenapa sebuah lagu bisa melakukan itu?

Karena rasa penasaran itu, belakangan aku mulai mengulik fenomena ini.

Dan ternyata memang ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Musik memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan memori dan emosi.

Bahkan ada istilah khusus untuk menggambarkan kenangan autobiografis yang dipicu oleh musik.

Saat membacanya, aku sempat berpikir,

“Oh… mungkin memang itu yang sedang terjadi.”

Tapi setelah kuperhatikan lagi, rasanya penjelasan itu masih belum sepenuhnya menjelaskan apa yang kualami.

Karena setiap kali sebuah lagu terdengar, aku tidak langsung mengingat sebuah kenangan.

Yang muncul lebih dulu hanyalah sesuatu yang terasa begitu akrab.

Aku bahkan belum tahu sedang mengingat apa.

Baru setelah itu, kenangan mulai bermunculan satu per satu.

Dan melalui kenangan itulah, aku seperti dipertemukan kembali dengan diriku sendiri pada fase ketika lagu itu dulu sering menemaniku.

Lucunya, bukan berarti aku kembali mengingat semua detailnya.

Banyak hal justru sudah lupa.

Aku sudah lupa percakapannya.

Aku sudah lupa urutan kejadiannya.

Bahkan ada beberapa hal yang sudah tidak lagi kuingat dengan jelas.

Tapi entah kenapa, rasanya masih terasa sama.

Lagu itu tidak membuatku mengingat semuanya.

Lagu itu hanya membuatku kembali merasakan bagaimana rasanya menjadi diriku pada masa itu.

***

Yang menarik, setelah kupikir-pikir lagi, mungkin yang membuat sebuah lagu begitu membekas bukan selalu karena liriknya.

Kadang, lagu itu hanya hadir dan menemani hari-hari kita di sebuah fase kehidupan.

Dan bertahun-tahun kemudian, setiap kali lagu itu terdengar lagi, kita seperti dipertemukan kembali dengan diri kita pada masa itu.

Mungkin itu juga yang membuat lagu terasa berbeda dibandingkan foto, tempat, atau benda-benda lain yang juga bisa mengingatkan kita pada masa lalu.

Foto mungkin membantu kita mengingat apa yang pernah terjadi.

Sebuah tempat mungkin mengingatkan kita pada sebuah peristiwa.

Tapi lagu terasa sedikit berbeda.

Lagu tidak hanya mengingatkan bahwa sebuah peristiwa pernah terjadi.

Kadang, lagu membuat kita kembali merasakan bagaimana rasanya menjadi diri kita saat peristiwa itu sedang berlangsung.

Glenn Fredly dan Rex Orange County hanyalah dua contohnya.

Masih banyak lagu lain yang mengingatkanku pada fase-fase hidup yang berbeda.

Tidak semua rasa dalam hidupku ternyata punya lagu.

Ada rasa yang langsung kembali begitu lagunya terdengar.

Ada juga yang sampai hari ini belum pernah kutemukan.

Hahaha.

Aku tidak tahu apakah semua orang juga merasakan hal yang sama.

Tapi kalau iya, mungkin memang tidak semua kenangan dimaksudkan untuk diingat.

Sebagiannya hanya dimaksudkan untuk sesekali dirasakan kembali.

 

Cheers (even if it’s bitter),

—TDS

(Aku tidak sedang mengenangmu. Hanya mendengar sebuah lagu)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Threads
Share on WhatsApp
Related posts
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment