TTC #5 : Andrology Hunting

Satu kalimat, NO CLUE AT ALL!

Sejak konsultasi terakhir dengan dr. Ridwan, jujur kami tidak bisa berpikir secara jernih. Ngga percaya kalau kita dalam kondisi ini. Cuma bisa berdoa sama tuhan dipermudah semua niat baiknya.

Inhale, exhale..

Benang kusut dipikiran, pelan-pelan saya mulai urai.. mencoba bersikap tenang dan selalu berpikir positif, “Tuhan pasti mempunyai rencana lain yang lebih indah dari rencana kami”. Itu sudah pasti, saya meyakini itu. Ngga berhenti saya membuat affirmasi untuk diri saya sendiri. Dan dikondisi seperti ini pastinya saya harus kuat, agar saya bisa menyemangati terus suami saya.

Dari Obgyn, saya mulai beralih fokus mencari informasi terkait dokter spesialis Andrology. Hal pertama yang saya lakukan pastinya googling, ternyata Andrology adalah ilmu kedokteran yang mendalami permasalahan kesehatan sistem reproduksi pria seperti disfungsi seksual dan gangguan kesuburan. Keluar beberapa nama dokter spesialis Andrology, tapi tak ada satu pun clue sebagai referensi. Review dari orang-orang pun tidak terlalu banyak. Rupanya masih tidak terlalu familiar dokter spesialis ini di Jakarta. Bahkan sejujurnya, kami saja baru tau kalau ada dokter spesialis Andrology. Jadi sungguh sangat asing bagi kami.

Karena saya tidak menemukan secara spesifik referensi dokter spesialis Andrology, saya pun mengurainya lagi menjadi lebih general. Kini saya mencarinya berdasarkan rumah sakit khusus yang menangangi fertility, entah darimana referensinya tapi yang terlintas dipikiran saya yaitu Morula IVF Jakarta.

Dari Tembuni Birth Center di daerah Kemang, kami segera menuju ke Morula IVF Jakarta di daerah Menteng (ternyata lokasinya bersebelahan dengan RSIA Bunda Menteng). Karena beres dari konsultasi kedua juga sudah sore, kami sampai daerah Menteng sekitar jam 6 sore. Kami hanya menanyakan beberapa jadwal dokter spesialis Andrology, lalu minta tolong dibuatkan appointmentnya segera.

dr. Nur Hafiz Ramadhona, Sp.And

5 Februari 2021 – Konsultasi Pertama

Pilih dokter ini pure karena direkomendasikan oleh pihak Morula IVF Jakarta berdasarkan jadwal dokter yang pas untuk kami. Selain itu juga dengan pertimbangan karena dokternya masih muda, karena kalau saya lihat di google, kebanyakan dokter spesialis Andrology itu rata-rata sudah berumur.

Kesan pertama dengan dr. Rama adalah iya bener masih muda banget, jadi ngobrolnya pun enak nyambung sefrekuensi. Cara penyampaiannya dan apa yang dr. Rama jelaskan dapat kami pahami dengan baik. Suami menjadi nyaman ketika berkonsultasi.

Hal pertama yang dr. Rama tanyakan adalah, kenapa kami kesini?. Tanpa basa-basi ba bi bu saya memberikan surat rujukan dan hasil lab suami. dr. Rama tidak terlalu terkejut melihat hasil lab suami, mungkin karena sudah bisa melihat hasil lab pasien serupa.

Baca juga: TTC #1 : Obgyn Hunting

Lalu pertanyaan-pertanyaan standarpun ditanyakan oleh beliau, seperti umur kami, sudah berapa lama menikah, pisah rumah atau engga (LDR), rutin berhubungan 1 minggu berapa kali, dll. Ada beberapa pertanyaan spesifik juga seperti lifestyle suami seperti merokok atau ngga?, minum alkohol atau ngga?, makananan yang dikonsumsi, olahraga, dll.

Kenapa dr. Rama bertanya detail seperti itu ?. beliau menjelaskan karena banyak faktor yang menyebabkan infertilitas, antara lain:

  • Infeksi di saluran reproduksi pria
  • Varicocele (bengkak pada scrotum)
  • Lifestyle buruk : merokok, minum alkohol, makanan tidak sehat
  • Obat-obatan (steroid, obat hipertensi)
  • Hormon pria yang tidak seimbang
  • Genetik

Saran untuk kesehatan sperma :

  • Jangan memakai celana terlampau ketat, testis dapat menjadi overheat dan menurunkan kualitas sperma
  • Jangan terlalu sering berendam di air hangat
  • Jangan terlalu sering memangku laptop, karena panas
  • Jangan memasukkan HP ke dalam saku celana, radiasi yang dipancarkan dapat memanggang sperma
  • Minum banyak air putih, minimal 2 L/hari
  • Minum suplemen kesuburan sesuai anjuran dokter
  • Dapat meminum suplemen vitamin E (sumber alami di kacang almond, kecambah) dan vitamin C (sumber alami di buah jeruk,dll)
  • Berhubungan badan jangan setiap hari, minimal 2 hari sekali.

Umumnya jika mempunyai faktor penyebab yang dapat di obati seperti infeksi dan varicocele, keadaan ini dapat berangsur membaik ketika keadaan tersebut telah ditangani, treatment yang dilakukan biasanya adalah operasi. Namun jika karena hal lain, hanya dapat mengubah lifestyle menjadi lebih baik dan mencoba menggunakan vitamin/suplemen penyubur pria.

Baca juga: TTC #2 : Analisa Semen (Test Sperm)

dr. Rama juga bilang, penyembuhan ini memerlukan komitmen khusus karena terapi OAT (apalagi dengan kondisi yang berat/parah) ini tidak hanya dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, dan obat serta vitamin yang diminum juga tidak cukup hanya 3 bulan. Beliau juga bilang kalau harus rutin memeriksakan sperma dan hormon suami agar dapat dievaluasi perkembangannya.

Baca juga: TTC #3 : Severe Oligo Astheno Teratozoospermia (OAT)

Diakhir konsultasi, suami pun dijadwalkan untuk konsultasi kedua dan diberikan surat pengantar untuk melakukan Test Sperm lagi dan Cek Lab Hormon. Sementara waktu sampai menunggu konsultasi kedua (2 minggu lagi), suami hanya diminta untuk perbaiki lifestyle-nya dan minum vitamin/suplemen penyubur pria.

Begitulah awal cerita perjalanan kami mencari Andrology, sampai bertemu di konsultasi kedua!

Cheers!

TDS